Connect with us

Daerah

Sosialisasi di Sulut, Runtuwene Ungkap Dampak Nyata Program MBG

Published

on

Sulut – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menghadiri kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Glo Home, Passo, Kakas, Minahasa Regency, Sulawesi Utara, Rabu (4/3/2026). 

Dalam pemaparannya, Felly menekankan bahwa MBG mengutamakan penggunaan sumber daya lokal, baik dari sisi bahan baku, perancangan menu oleh ahli gizi daerah, hingga komposisi gizi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. 

“Secara nasional, kebutuhan bahan pangan program ini sangat besar, mencapai jutaan ton beras, ratusan juta liter minyak goreng, serta ratusan juta ekor ayam daging per tahun,” ujarnya.

“Program ini bukan hanya intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi. Permintaan besar terhadap bahan pangan menciptakan pasar baru bagi petani, peternak, dan nelayan, sekaligus membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Menu MBG dirancang untuk memenuhi sebagian kebutuhan kalori harian sesuai kelompok sasaran. Felly pun berharap orang tua murid di rumah dapat memaksimalkan program ini dengan mencontoh pemberian gizi yang baik di rumah.

Felly juga menyampaikan sejumlah dampak positif yang telah terlihat di berbagai daerah, seperti peningkatan jumlah petani di Bandung, produksi ikan bandeng yang meningkat di Rembang, serta produksi kangkung yang naik di Sukabumi.

“Saya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi sebagai penyedia bahan pangan, relawan, maupun pengawas program. Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi Badan Gizi Nasional,” pungkasnya.

Sosialisasi Program MBG terus dilakukan untuk memaksimalkan keberhasilan program tersebut sebagai program pemenuhan gizi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Advertisement #
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *