Connect with us

Berita

Pansus LKPJ DPRD Sulut Gelar Rapat Bersama SKPD

Published

on

Sulut – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024 menggelar rapat pembahasan bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Selasa (15/04/2025), di Ruang Paripurna DPRD Sulut.

Pembahasan dilakukan secara maraton, melibatkan mitra kerja dari Komisi I hingga Komisi IV DPRD, yang dijadwalkan secara bergilir selama beberapa hari. Pada hari tersebut, Pansus membahas kinerja SKPD mitra Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, seperti Dinas Pertanian, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bank SulutGo (BSG), dan sejumlah SKPD lainnya.

Rapat dipimpin langsung Ketua Pansus Amir Liputo, didampingi Wakil Ketua Inggried Sondakh dan Sekretaris Nick Lomban. Pembahasan difokuskan pada sejauh mana program dan kegiatan SKPD telah terealisasi, serta mengevaluasi yang belum tercapai, sebagai bahan dalam merumuskan rekomendasi.

Wakil Ketua Pansus, Inggried Sondakh, turut menyoroti permasalahan pangan yang disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah, Frangky Tintingon, menjelaskan bahwa Provinsi Sulut merupakan wilayah rawan bencana, termasuk gempa, dan memiliki sejumlah daerah yang rawan pangan. Oleh karena itu, menurutnya, perlu disiapkan cadangan pangan untuk lebih dari satu komoditas.

“Terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan, kami telah mengusulkan kepada Sekprov dan meminta dukungan DPRD. Salah satu langkah kami adalah Gerakan Pangan Murah, yang didanai dari Dana Insentif Fiskal (DIF). Namun, karena ada edaran Kemendagri terkait Pilkada, pelaksanaannya sempat tertunda dan tidak terealisasi sepenuhnya,” kata Tintingon.

Ia menambahkan, Dinas tetap berupaya maksimal. Salah satunya, melakukan intervensi harga cabai yang sempat melonjak hingga hampir Rp200.000 per kilogram saat momen Idul Fitri dan Natal. “Kami mendatangkan cabai dari Makassar dan menyubsidi biaya angkut menggunakan anggaran Badan Pangan, sehingga bisa dijual di Sulut hanya seharga Rp65.000 per kilogram,” jelasnya.

Tintingon juga mengusulkan pengadaan kendaraan keliling untuk distribusi pangan murah ke masyarakat. “Saat ini kami masih menggunakan tenda dan bekerja sama dengan Bank Indonesia. Ke depan, kendaraan keliling akan sangat membantu untuk menjangkau masyarakat secara langsung dengan menyediakan 10 komoditas utama, seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, telur, daging, dan lainnya,” pungkasnya.

(Karel Tangka)

Advertisement #
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *